Sekilas Pilpres 2004 Putaran I

SEKILAS PILPRES 2004 PUTARAN I

Pemilu ini merupakan kali pertamanya Calon Presiden dan Wakil Presiden dipilih secara langsung oleh rakyat dalam satu pasangan. Hari pemungutan suara Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Putaran pertama dilaksanakan pada tanggal 5 Juli 2004.Presiden dan Wakil Presiden merupakan calon yang diusulkan oleh  partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilihan  umum  tahun 2004.Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden untuk periode 2004 – 2009 ini dilakukan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil oleh Komisi Pemilihan Umum  yang besifat nasional, tetap, dan mandiri.

Dengan mengacu pada Daftar Pemilih Tetap Anggota DPR, DPD, dan DPRD yang dijadikan sebagai Daftar Pemilih Sementara (DPS) dan hasil dari tanggapan masyarakat kemudian ditetapkanlah Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta Pemilihan Umum Anggota DPR 2004. Untuk dapat mengusulkan, partai politik atau gabungan partai politik harus memperoleh sekurang-kurangnya 5% suara suara secara nasional atau 3% kursi DPR. Calon Presiden dan Wakil Presiden putaran pertama ditetapkan sebanyak 5 pasangan,berdasarkan Keputusan KPU Nomor 56/SK/2004. Kelima pasangan calon tersebut melakukan kampanye dengan membentuk tim kampanye bersama-sama dengan partai politik atau gabungan partai politik, yang aturan beserta jadwal ditetapkan oleh KPU.

Hasil penghitungan disampaikan secara berjenjang dari KPPS, PPS, PPK dan diserahkan kepada KPU Kabupaten untuk dilakukan rekapitulasi. Pelaksanaan rekapitulasi di KPU Kabupaten dilaksanakan pada hari Rabu, 14 Juli 2004. Hasil dari rekapitulasi berupa sertifikat hasil penghitungan, berita acara beserta lampiran-lampirannya yang telah ditandatangani KPU Kabupaten dikirimkan kepada KPU Provinsi dalam kotak suara yang tersegel dan terkunci.

Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang mendapatkan suara lebih dari 50% dari jumlah suara dalam pemilihan umum secara nasional, dengan sedikitnya 20% suara di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari 50% jumlah provinsi di Indonesia, dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden. Apabila tidak ada pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden terpilih, dua pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan umum dipilih oleh rakyat secara langsung dan pasangan yang memperoleh suara rakyat terbanyak dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden.